Sebuah tangkai dari spesies jamur baru Ophiocordyceps camponoti-balzani muncul dari kepala semut di hutan hujan Brazil. Layaknya zombie, jamur ini menyebabkan kematian.
Spesies jamur yang berasal dari gabungan empat spesies yang berbeda ini dapat mengendalikan pikiran semut. Spesies jamur Ophiocordyceps camponoti-balzani dapat menginfeksi semut, mengambil alih otak mereka dan membunuh serangga itu.
Yang menakutkan, jamur itu akan terus berada di dalam kepala hewan hingga di tempat yang ideal bagi jamur untuk tumbuh dan menyebarkan spora. Selanjutnya, jamur akan membunuh serangga itu.
Keempat spesies jamur itu hidup di hutan hujan Atlantik Brazil yang mengalami perubahan dengan cepat akibat perubahan iklim dan deforestasi (pengurangan jumlah hutan), kata pemimpin penelitian David Hughes, entomologi di Penn State University.
skip to main |
skip to sidebar
Mungkin kita telah mengetahui bahwa di dunia ini ada beberapa tanaman yang dapat memangsa serangga-serangga kecil seperti halnya lalat, jangkrik, semut, dan lain-lain. Salah satu tanaman pemangsa tersebut adalah kantong semar.
Kantong semar, yang dikenal dengan nama “Ketakong” biasa kita temukan di hutan-hutan Indonesia. Tanaman ini cukup kecil untuk dapat memakan hewan sebesar tikus. Namun di Filipina, telah ditemukan tanaman kantong semar yang cukup besar untuk melahap hewan pengerat semacam tikus. Ketakong ini dinamakan dengan nama Nepenthes attenboroughii.
Penemuan tanaman ini bermula dari dua orang misionaris yang pada tahun 2000 berusaha mendaki gunung Victoria. Gunung yang terletak di palawan, Filipina itu termasuk jarang dikunjungi manusia. Mereka mendaki dengan sedikit persiapan sampai akhirnya hilang selama tiga belas hari sebelum dapat diselamatkan. Ketika kembali, keduanya mengaku melihat tanaman kantong semar raksasa.
Hal tersebut kemudian menarik perhatian para pecinta alam seperti Stewart McPherson dan ahli botani mandiri seperti Alastair Robinson dari Inggris dan Volker Heinrich dari Filipina. Ketiganya merupakan ahli tanaman ketakong dan telah melakukan perjalanan ke berbagai daerah terpencil demi pencarian species baru.
Blog ini didedikasikan kepada siapa saja yang ingin menimba ilmu dan berbagi informasi
Pages
Minggu, 22 Mei 2011
2050 krisis air
VIVAnews - Dampak perubahan iklim benar-benar di depan mata. Ini menjadi ancaman yang tak terhindarkan. Diperkirakan, 40 tahun lagi, lebih dari satu miliar penduduk perkotaan akan menghadari masalah krisis air serius.
Studi ini diumumkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, yang dikutip VIVAnews.com dari Straits Times, Selasa, 29 Maret 2011.
Pada 2050, menurut studi tersebut, perubahan iklim memperburuk efek dari urbanisasi di perkotaan. Kota-kota di India diperkirakan mencatat yang terparah. Namun, selain India, sebagian besar kota besar di dunia juga terancam sanitasi yang buruk.
Studi itu menyorot tren urbanisasi saat ini hingga pertengahan abad nanti, di mana sekitar 993 juta penduduk kota besar akan hidup dengan krisis air. Masing-masing penduduk kota akan hidup dengan kurang dari 100 liter air per hari.
Studi ini diumumkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, yang dikutip VIVAnews.com dari Straits Times, Selasa, 29 Maret 2011.
Pada 2050, menurut studi tersebut, perubahan iklim memperburuk efek dari urbanisasi di perkotaan. Kota-kota di India diperkirakan mencatat yang terparah. Namun, selain India, sebagian besar kota besar di dunia juga terancam sanitasi yang buruk.
Studi itu menyorot tren urbanisasi saat ini hingga pertengahan abad nanti, di mana sekitar 993 juta penduduk kota besar akan hidup dengan krisis air. Masing-masing penduduk kota akan hidup dengan kurang dari 100 liter air per hari.
Akhir Tahun 2011 Bumi Akan Punya Dua Matahari Selama Seminggu
Bumi Akan Punya Dua Matahari Selama Seminggu
Betelgeuse, bintang raksasa berjarak 640 tahun cahaya dari Bumi, sekarat. Ia akan meledak.
Minggu, 23 Januari 2011, 00:18 WIB
Perbandingan Betelgeuse dengan bintang raksasa lain. Pada skala ini ukuran Matahari hanya 1 piksel. (nightsky.ie)
Betelgeuse, bintang raksasa berjarak 640 tahun cahaya dari Bumi, sekarat. Ia akan meledak.
Minggu, 23 Januari 2011, 00:18 WIB
Perbandingan Betelgeuse dengan bintang raksasa lain. Pada skala ini ukuran Matahari hanya 1 piksel. (nightsky.ie)
Peneliti Jepang Berhasil Buat Retina
TRIBUNNEWS.COM, KOBE - Para peneliti di RIKEN Center for Developmental Biology, Kobe, Jepang, berhasil membuat retina dari sel induk embrio tikus. Menurut para peneliti retina merupakan jaringan biologis terumit yang pernah mereka buat.
Jaringan yang dikembangkan tidak sekadar retina, tetapi lengkap dengan cawan optik, organ dua lapis yang terdiri dari retina dan lapisan luar sel berpigmen yang menyediakan nutrisi dan menyokong retina serta sel yang sensitif terhadap cahaya. Sel yang terakhir disebut mengirimkan informasi ke otak.
TRIBUNNEWS.COM, KOBE - Para peneliti di RIKEN Center for Developmental Biology, Kobe, Jepang, berhasil membuat retina dari sel induk embrio tikus. Menurut para peneliti retina merupakan jaringan biologis terumit yang pernah mereka buat.
Jaringan yang dikembangkan tidak sekadar retina, tetapi lengkap dengan cawan optik, organ dua lapis yang terdiri dari retina dan lapisan luar sel berpigmen yang menyediakan nutrisi dan menyokong retina serta sel yang sensitif terhadap cahaya. Sel yang terakhir disebut mengirimkan informasi ke otak.
Tanaman Pemakan Tikus
Mungkin kita telah mengetahui bahwa di dunia ini ada beberapa tanaman yang dapat memangsa serangga-serangga kecil seperti halnya lalat, jangkrik, semut, dan lain-lain. Salah satu tanaman pemangsa tersebut adalah kantong semar.
Kantong semar, yang dikenal dengan nama “Ketakong” biasa kita temukan di hutan-hutan Indonesia. Tanaman ini cukup kecil untuk dapat memakan hewan sebesar tikus. Namun di Filipina, telah ditemukan tanaman kantong semar yang cukup besar untuk melahap hewan pengerat semacam tikus. Ketakong ini dinamakan dengan nama Nepenthes attenboroughii.
Penemuan tanaman ini bermula dari dua orang misionaris yang pada tahun 2000 berusaha mendaki gunung Victoria. Gunung yang terletak di palawan, Filipina itu termasuk jarang dikunjungi manusia. Mereka mendaki dengan sedikit persiapan sampai akhirnya hilang selama tiga belas hari sebelum dapat diselamatkan. Ketika kembali, keduanya mengaku melihat tanaman kantong semar raksasa.
Hal tersebut kemudian menarik perhatian para pecinta alam seperti Stewart McPherson dan ahli botani mandiri seperti Alastair Robinson dari Inggris dan Volker Heinrich dari Filipina. Ketiganya merupakan ahli tanaman ketakong dan telah melakukan perjalanan ke berbagai daerah terpencil demi pencarian species baru.
Inilah Manfaat Facebook Bagi Siswa Sekolah
VIVAnews – Situs jejaring sosial seperti Facebook bisa membantu pelajar dalam berinteraksi secara sosial dan akademik, yang akhirnya meningkatkan hasil belajar. Kesimpulan ini diambil dari studi yang dilakukan peneliti asal China dan Hong Kong.
Sekelompok peneliti asal University of Science and Technology of China dan City University of Hong Kong menyebutkan, temuan mereka berkontradiksi dengan pemahaman selama ini bahwa situs jejaring sosial merupakan pengganggu yang mengalihkan konsentrasi belajar.
Sekelompok peneliti asal University of Science and Technology of China dan City University of Hong Kong menyebutkan, temuan mereka berkontradiksi dengan pemahaman selama ini bahwa situs jejaring sosial merupakan pengganggu yang mengalihkan konsentrasi belajar.
Label:
pelajaran hidup
Inilah Kereta Terbang Buatan Jepang Pertama di Dunia
Inilah Kereta Terbang Buatan Jepang Pertama di Dunia – Yusuke Sugahara, peneliti dari Tuhoku University, Jepang membuat prototipe kereta terbang pertama di dunia. Ia merancang sebuah lokomotif serupa pesawat yang mampu terbang dengan kecepatan super cepat. Teknologi ini diklaim selangkah lebih maju dibanding kereta cepat Maglev, yang mengambang akibat memanfaatkan gaya magnet.
Penampilan prototipe kereta terbang buatan Yusuke tak ubahnya seperti pesawat. Lokomotif itu dilengkapi baling-baling dan dua sayap. Teknologi serupa pesawat itulah yang mampu mengangkat badan lokomotif sedikit di atas tanah dengan kecepatan super.
Penampilan prototipe kereta terbang buatan Yusuke tak ubahnya seperti pesawat. Lokomotif itu dilengkapi baling-baling dan dua sayap. Teknologi serupa pesawat itulah yang mampu mengangkat badan lokomotif sedikit di atas tanah dengan kecepatan super.
Daftar Link
Pengikut
follow us
Total Tayangan Halaman
Mengenai Saya
- zainul_ahmad
- saya adalah remaja yang kini sedang mencari jati diri dan aktif dalam berorganisasi
Klik-klik
Copyright (c) 2010 artikel bagus and Powered by Blogger.







